--------------------------------------------------------------------------------------------
II..   Al-Quran Tidak Memuat Jaminan Keselamatan(5)
--------------------------------------------------------------------------------------------
 “Bila kamu ingin masuk sorga, ikutilah agama Islam, bukan agama lain! Kami sering mendengar kalimat ini diucapkan oleh teman-teman Muslim. Mungkin Anda pun pernah mendengarnya. Benarkah dalam Islam ada jaminan keselamatan?(6) 

“Dan tidaklah ada seorangpun daripadamu melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan ” (Qs 19:71). (7)

“Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang dia kehendaki, Dia menyiksa siapa yang dikehendaki ” (Qs 3:129).
Menurut dua ayat di atas, ketetapan Allah adalah: Setiap orang akan mendatangi neraka! Karena Allah berkuasa untuk menyiksa siapa pun yang Dia kehendaki.(8)
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
(5)Pernyataan Judul yang anda buat itu merupakan informasi yang HOAX. Anda harus berhati-hati membuat pernyataan seperti itu.
Ayat yg disajikan pada catatan nomor (1) sebelumnya, itu sebenarnya sudah cukup untuk anda. Namun dalam hal ini, barangkali, perlu ditambahkan satu ayat lagi, semoga anda dapat petunjuk dari Allah Swt., bahwa di dalam Al-Qur’an sangat jelas disebutkan pada bagian akhir ayat berikut:
وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ --
[Qs.3:102]  “dan janganlah kamu Mati, kecuali dalam keadaan MUSLIM
(and do not die except as Muslim).
Inilah salah satu ayat, disamping ayat lainnya, yang menyatakan adanya “jaminan keselamatan” itu. Orang yang beriman harus mati dalam keadaan Muslim. Arti kata “MUSLIM” itu sendiri, adalah “orang yang selamat”. Ini suatu kepastian. Lalu bagaimana bisa anda begitu seenaknya, lancang, menulis judul dengan mencantumkan kalimat “Al-Quran Tidak Memuat Jaminan Keselamatan”. Padahal ayatnya sangat jelas.  Ini kan namanya HOAX. Inilah contoh kalimat UJARAN KEBENCIAN yang anda lakukan bersama kelompok Buletin ISA. Anda bukan berdakwah dengan kebajikan berdasarkan cara yang baik, berazaskan Pancasila, tetapi memicu kemarahan, karena meremehkan keyakinan orang lain dengan sengaja. Anda menafsir ayat AlQur’an yang bukan hak anda. Anda tidak legal dalam hal ini.
            Hati-hatilah !! Jangan sampai kematian (maut) mendatangimu, pada saat kamu belum sempat mendapatkan taubat dari Allah Swt. Maka Jadilah seorang Muslim, karena itulah “ “Jaminan Keselamatan”.
(6)Baca kembali catatan no.(5) dengan seksama. Ada tambahan lagi untuk anda, bahwa di awal ayat 19, Surat Ali-Imran (3), telah ditegaskan sbb:
إِنّ الدِّينَ عِندَاللّهِ الإِسْلاَمُ
(Qs.3:19 ) “Sesungguhnya, Agama di Sisi Allah, ialah Islam”.
(Indeed, the religion in the sight of Allah, is Islam)
Selanjutnya, Nabi Isa, Alaihissalam, yang di-Imani kaum Muslimin, Bukan orang Indonesia. Karena itulah Kitabnya yang asli pasti tidak berbahasa Indonesia. Kitab yang asli itulah yang sangat di-imani oleh Kaum Muslimin se-dunia. Coba tunjukkan Mana itu Kitab Aslinya. Coba tunjukkan salah satu ayatnya dengan berbahasa “asal” nya dan kalimatnya tentu tidak menggunakan huruf latin. 
              Ummat Islam Indonesia “menghargai dan menghormati” Kitab Injil baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baharu, hingga Barnabas, yang dicetak dalam Bahasa Indonesia, karena “Pancasila” dan azas “Bhinneka Tunggal Ika” mengajarkan etika itu. Semua “kandungan” kitab suci tersebut (aslinya) sudah terwakili dalam AlQur’an.
(7)Ayat Al-Qur’an yang anda kutip dari ayat (Qs.19:71) itu tidaklah berdiri sendiri sebagaimana keinginan anda. Dalam hal ini anda berlaku curang dengan hanya menampilkan satu ayat, lalu dikomentari dengan versi anda.
            Selengkap pengertiannya, terdapat tujuh ayat yang satu paket bersamanya, dimulai dari ayat (66) sampai pada ayat (72) sebagai berikut [disini cukup terjemahannya saja]:
(Qs.19:66) “Manusia berkata: betulkah, apabila aku telah mati, kelak aku sungguh sungguh akan dibangkitkan kembali”?
(Qs.19:67)   “Tidakkah manusia itu memikirkan bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakannya dahulu, padahal (ketika itu) dia belum berwujud sama sekali”?
(Qs.19:68)      “Maka demi Tuhanmu, sungguh pasti akan Kami kumpulkan mereka bersama setan-setan, kemudian pasti Kami datangkan mereka ke sekeliling neraka Jahannam dengan berlutut”.
(Qs.19:69)      “Kemudian pasti akan Kami tarik dari setiap golongan, siapa diantara mereka yang sangat durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pengasih”.

Pada ayat keempat ini digunakan kalimat  (أَشَدُّ عَلَى الرَّحْمَنِ عِتِيّاً --) “asyaddu ...... ‘itiyyaa” = sangat keras kedurhakaanya).

(Qs.19:70)      “Kemudian, Kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang seharusnya dimasukkan ke dalam neraka”.
Pada ayat 70 ini sangat jelas Allah sebutkan bahwa Dia lebih tahu tentang siapa diantara manusia itu yang seharusnya masuk neraka.
(Qs.19:71)      “Dan tidak seorangpun dari padamu (hai orang kafir), melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan”.
(Qs.19:72)      “Kemudian Kami selamatkan orang-orang yang bertaqwa dan membiarkan orang-orang yang zhalim (Kafir) di dalam (neraka) dalam keadaan berlutut”.
Jadi ayat 72 memperjelas tentang pemisahan antara orang-orang yang masuk surga dan orang-orang yang masuk Neraka. Tentu saja berdasarkan pada kriteria tertentu yang telah ditetapkan Allah. Tidak seperti yang anda inginkan, menafsirkan sesuai selera keinginan anda. Mencoba menggabung dua ayat, lalu menggiring pengertiannya menuruti keinginan untuk mencapai tujuan dari misi anda. Anda Sungguh Curang.
            Komentar anda tentang ayat (Qs.19:71) di atas sudah terjawab dengan sendirinya melalui empat ayat sebelumnya dan satu ayat sesudahnya (Qs.19:72). Dan tambah lagi satu ayat lain, untuk anda ketahui, sbb:

وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْارَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَراً حَتَّى إِذَاجَاؤُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَاسَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَاخَالِدِينَ --
(QS.39:73)  “Dan orang-orang yang bertaqwa kepada Tuhannya (Muslim) diantar masuk ke dalam surga secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai padanya, dan pintu-pintunya telah dibuka, maka penjaga-penjaganya berkata kepada mereka, “keselamatan” dilimpahkan atas kamu, maka masuklah kamu kekal di dalam surga”.
(8)Selanjutnya pada Surah Ali Imran(3) ayat 129 (Qs.3:129), Apapun itu, pasti akan terjadi jika Allah Swt., menghendaki. Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki, Dia beri ampun siapa yang dikehendakiNya. Inilah yang disebut (dalam Ilmu-Taqdir) “Kehendak Mutlak”. Sebagai contoh. Jika Allah Swt menghendaki, untuk memberi petunjuk, maka kalian para staf bulletin Isa, pasti mendapat hidayah petunjuk, sehingga menghentikan kegiatan yang tiada berguna untuk membangun Indonesia berkemajuan, Indonesia Raya. Tetapi kenyataannya, Allah Swt belum menghendaki kalian mendapatkan hidayah itu. Dan itu bukan urusan manusia, apakah Allah Swt, menerima Taubat seseorang atau bahkan mengazabnya. Itu 100% hak Allah Swt.
            Kehendak Allah yang “Mutlak” tersebut banyak buktinya. Salah satu contoh lagi, ketika Umar Ibnu Alkhattab tiba-tiba masuk Islam atas kehendak Allah. AbuJahal pun tak menyangka. Walaupun atas do’a Nabi Muhammad saw, yang memohon kepada Allah agar salah satu dari dua orang musuh bebuyutan Islam, (Umar dan AbuJahal) dapat diperkenankan masuk dan memperkuat Islam. Dan Allah Swt, dengan kehendakNya, kemudian memilih Umar bin Khattab. Itulah makna “Kehendak Mutlak” dari Allah Swt, yang tersirat pada ayat (Qs 3:129) seperti kutipan terjemahan, yg anda paparkan tersebut di atas.
“Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki, Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki ” (Qs 3:129).
Tetapi ayat di atas anda gabungkan dengan ayat (19:71) lalu dengan semena-mena anda berucap sesuai apa yang anda pikirkan. Setiap orang akan mendatangi neraka! Karena Allah berkuasa untuk menyiksa siapa pun yang Dia kehendaki. Anda curang, tidak menyertakan ayat (19:68-69) Lalu dengan pikiran kotor (piktor) itu, anda memfitnah melalui informasi HOAX bahwa Al-Quran Tidak Memuat Jaminan Keselamatan. Anda bersama kelompoknya termasuk orang-orang yang disebutkan oleh (Injil, Rasul Besar Matius 15:18-19) sebagai orang-orang yang kotor hatinya. Kotor ucapannya, sehingga anda adalah pasti “Najis”.

Comments